Showing posts with label umum. Show all posts
Showing posts with label umum. Show all posts

Horor di Kamar Mandi Gang Buntu

Horor di Kamar Mandi Gang Buntu
Deden Gunawan - detikNews

Rumah Babe (Ramadhian/detikcom)

Jakarta -
Empat kamar kontrakan di ujung gang sempit itu, kini sepi tak berpenghuni. Para pengontrak bergegas pindah, sejak Sabtu pekan lalu. Membayangkan ada bocah dipotong-potong oleh Baekuni alias Babe (49) di kamar mandi bersama di kontrakan mereka, siapa yang tidak merasa horor?

Pedagang rokok asongan yang sering mangkal di depan pusat perbelanjaan
Pulogadung Trade Center (PTC), Jumat (8/1/2010) lalu diketahui telah membunuh dan memutilasi bocah berusia 9 tahun bernama Ardiansyah. Pembunuhan itu dilakukan di kamar mandi yang digunakan para pengontrak di sana.

Kontrakan milik almarhum Ahmadi itu memang hanya memiliki satu kamar mandi yang berukuran 2x3 meter. Letak kamar mandi tersebut bersebelahan dengan kamar kontrakan Babe yang letaknya paling pojok.

"Para pengontrak sangat ketakutan karena pembunuhan itu. Apalagi dilakukan di kamar mandi yang biasa mereka lakukan," jelas Ketua RT 06/02, Abdul Wahid saat ditemui detikcom, Kamis (14/01/2010).

Minggatnya para pengontrak dan ditangkapnya Babe oleh polisi membuat suasana kontrakan di Gang Sesama RT 06/02 itu sangat sunyi. Terlebih di waktu malam.

Padahal sebelum kejadian, di situ selalu ramai. Hampir setiap malam banyak anak-anak berusia sekitar 9-14 tahun menginap di kontrakan Babe. Bahkan kalau yang menginap sangat banyak, sebagian anak-anak jalanan itu terpaksa tidur di depan kontrakan Babe dengan hanya beralaskan kardus atau kertas koran.

Kamar kontrakan Babe memang luasnya tidak seberapa. Dari pantauan detikcom, kamar yang disewa Rp 200 ribu per bulan tersebut ukurannya hanya 2x2,5 meter. Sehingga jika banyak anak jalanan yang menginap di sana sebagian harus rela tidur di luar.

Selama ini warga Gang Sesama sudah mahfum jika hampir setiap malam kontrakan Babe selalu diinapi banyak anak-anak. "Kadang-kadang yang menginap sampai 10 orang," ujar Anna, salah satu anak pemilik kontrakan.

Dari sekian banyak anak-anak yang dibawa Babe ke kontrakan, hanya Dikhy dan dan Ricki yang rutin menginap. Menurut pengakuan Babe kepada Anna, kedua bocah tersebut adalah anak angkatnya. Kedua bocah inilah yang suka menunggui kontrakan dan membantu Babe berjualan di PTC.

Anna menuturkan, meski sering anak-anak jalanan menginap di kontrakan Babe, warga tidak merasa terganggu dengan kehadiran mereka. Sebab anak-anak tersebut tidak pernah ribut apalagi membuat onar. Paling sesekali warga sempat memergoki Dikhy dan Ricki menghisap kaleng berisi lem di depan kontrakan.

Tertibnya anak-anak yang menginap di kontrakan Babe diduga lantaran pria asal Magelang tersebut sangat keras dalam mendisiplankan mereka. Babe melarang anak-anak itu bergaul atau bermain dengan warga setempat.

Pernah suatu ketika ada salah seorang anak bermain Playstasion hingga
pukul 23.00 WIB. Mengetahui hal itu, Babe yang baru pulang dari berdagang
langsung menjemputnya. Sesampai di kontrakan, anak tersebut dipukuli pakai
gayung berkali-kali.

Namun meski terkesan sangat keras terhadap anak-anak yang dianggap nakal, Babe lebih banyak menunjukan kasih sayangnya kepada mereka. Layaknya orang tua kandung, begitu pulang dari berdagang Babe langsung memasak dan menyuguhkannya kepada anak-anak jalanan itu. Bukan itu saja. Hampir setiap hari Babe juga memandikan serta menyisiri rambut anak-anak itu jika hendak pergi mengamen.

Karena tidak ada yang aneh dari perilaku Babeh, warga setempat tidak menaruh curiga apa-apa. "Sejak tinggal di sini kelakuannya biasa-biasa saja. Dia juga suka menyapa kalau berpapasan di jalan," terang Anna.

Hanya saja, ada satu hal yang membuat warga selalu bertanya-tanya khususnya
perihal keluarga Babe. Soalnya, selama 2 tahun mengontrak, warga tidak ada yang tahu apakah Babe punya istri atau anak-anak. Sebab Babe tidak pernah membawa keluarganya. Tapi yang membuat warga heran, setiap bulan Babe pamit pulang kampung ke Magelang.

Pertanyaan lainnya yang menggelayut di benak warga, setiap ingin pulang kampung, Babe selalu mengenakan pakaian serba hitam serta memakai minyak misik yang wanginya menyengat. "Kesannya akan ada acara apa gitu," timpal Wahyu, warga gang Sesama.

Belum juga pertanyaan warga terjawab. Babe kemudian membuat geger. Ia telah melakukan pembunuhan sekaligus mutilasi di kontrakan. Kekesalan warga semakin menjadi, begitu mengetahui selama ini Babeh sering menyodomi anak-anak yang dibawanya menginap.

"Gara-gara ulah Babeh daerah kami jadi tercemar. Ke depan kami akan memperketat lagi pengawasan terhadap warga yang tinggal di sini," tegas Abdul Wahid sang Ketua RT setempat.
(ddg/fay)

sumber : detik.com

Christina M Rantetana, Jenderal Wanita Pertama TNI AL

Selasa, 05/01/2010 14:11 WIB
Christina M Rantetana, Jenderal Wanita Pertama TNI AL
Ramadhian Fadillah - detikNews


Jakarta - Sepanjang sejarah TNI AL, hanya ada satu wanita yang menyandang bintang di pundaknya. Dialah Laksamana Pertama Christina M Rantetana, satu-satunya wanita yang menjadi perwira tinggi di tubuh TNI AL.

Christina saat ini bertugas sebagai Staf Ahli Menkopolhukam bidang Ideologi dan Konstitusi, sekaligus PLT Deputi 6 bidang Kesatuan Bangsa di kantor yang sama.

Wanita kelahiran Tanah Toraja 55 tahun lalu ini, bergabung bersama TNI AL melalui program sekolah perwira sukarela tahun 1979.

Berbagai penugasan pernah dijalani sarjana kesehatan masyarakat ini. Termasuk berkiprah di Senayan selama 2 periode di Fraksi TNI/Polri tahun 1997-1999, dan tahun
1999-2004. Pada periode inilah, ibu 5 anak tersebut menjadi sekretaris Fraksi TNI/Polri.

Pada tanggal 1 November 2002, Laksamana Bernard Kent Sondakh melantiknya menjadi perwira tinggi wanita pertama TNI AL.

"Saya bangga negara mempercayai saya. Tapi ini juga tantangan karena tugas perwira tinggi itu tidak ringan," ujar Christina usai perayaan HUT ke-47 Kowal di Mabes TNI AL, Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (5/1/2010).

Christina mengaku selalu bekerja keras dan terus bekerja cerdas. Menjadi seorang ibu, sekaligus seorang laksamana dengan tugas menumpuk tentu tidaklah mudah.

"Saya bagi skala prioritas. Kadang saya kerja malam-malam," terangnya.

Di HUT ke-47 Kowal, Christina melihat kultur yang ada di masyarakat kurang membuat wanita bisa berkiprah. Menurutnya, dalam pola pikir masyarakat, wanita
masih identik dengan konsumsi, protokoler, administrasi atau kesehatan.

"Ini kultur yang secara perlahan-lahan harus diubah. Di Australia, wanita sudah bisa bekerja di kapal selam," terangnya.

Christina pun berharap, suatu saat Kowal dapat bertugas secara reguler di kapal perang, atau menjadi bagian inti dari pasukan elit TNI AL seperti Denjaka dan Taifib.

"Why not?" tukas Master of Public Health, lulusan Tulane University, New Orleans, ini.

Sebagai langkah awal, Christina berharap Akademi Angkatan Laut (AAL) mau membuka kesempatan bagi remaja putri untuk mendaftar.

Menurutnya, sulit bagi wanita lulusan sarjana yang masuk melalui jalur untuk perwira karir bersaing dengan lulusan AAL, karena perbedaan spektrum penugasan.

Bukan tidak mungkin AAL membuka kesempatan bagi remaja putri. Karena Akademi Kepolisian pun sudah membuka kesempatan bagi wanita untuk menjadi taruna.

"Waktu itu pelantikan anak saya dari Akpol, saya beri selamat pada para taruna putri yang lulus. Saya bilang selamat, kalian hebat. Mereka bilang, ibu yang hebat sudah brigjen. Saya balas saya tidak bisa jadi KSAL, tapi kalian bisa jadi Kapolri karena lulusan Akpol," kisahnya.
(rdf/gus)

sumber : detik.com

Sindiran Ceplas-ceplos Foke

Sindiran Ceplas-ceplos Foke
Hery Winarno - detikNews


Jakarta - Siapa yang tidak kenal Gubernur Jakarta Fauzi Bowo? Selain karena memimpin Ibukota, Foke sapaan akrab pria berkumis ini, kerap membuat wartawan yang meliputnya tertawa-tertawa. Foke selalu ceplas-ceplos membuat sindiran.

Usai rapat dengan jajaran Balai Besar Kali Ciliwung Cisadane terkait dengan proyek Banjir Kanal Timur (BKT) misalnya, Foke kembali membuat wartawan tersindir.

"Dengan sangat terpaksa saya mohon maaf kepada teman-teman wartawan karena BKT bisa tembus laut. Kalau kabar baik berita buruk kan?" canda Foke di Balaikota yang segera membuat wartawan tertawa.

Tidak kali itu saja Foke mengeluarkan kata-kata spontan yang memancing orang tertawa.

"Kalau liat duit aje, mate lu pade ijo," gurau Foke saat mengumumkan pemenang RT terhijau di DKI di Bundaran Hotel Indonesia beberapa waktu lalu.

Foke juga tidak sungkan untuk mencela wartawan karena komentarnya dipotong. "Entar dulu, kite belon selesai ngomong. Ente jangan potong dulu," sahut Foke saat wartawan menanyakan antisipasi banjir di Ibukota namun komentarnya sudah dipotong pertanyaan lain.

(her/iy)

sumber : detik.com

Jl Kebon Baru Banjir Hingga 1 Meter, Lalin Dialihkan

Jakarta - Hujan deras yang mengguyur Jakarta akhir-akhir ini membuat ruas jalan di daerah Kebon Baru, Jakarta Utara banjir. Ketinggian banjir diperkirakan mencapai 1 meter dan mengakibatkan jalan ditutup.

"Banjir yang paling parah itu di daerah Kebon Baru, dengan ketinggian kira-kira 1 meter, jalan itu juga sudah ditutup, karena banyak kendaraan yang mogok dan terjebak dalam genangan air" ujar Andi, warga Jl Marunda yang dihubungi detikcom, Selasa (19/01/2010).

Akibat ditutupnya jalan Kebon Baru, arus lalulintas dialihkan ke Jl Sunter Barat dan Jl Jaya melalui Jl Belimbing.

Meski sudah dialihkan, kemacetan luar biasa tetap terjadi di wilayah tersebut. Sebab tepat di depan Islamic Center, air juga menggenang dengan ketinggian sebetis orang dewasa.

"Yang jelas di sini macet banget," tutupnya.

Dukacita Gus Dur di Mesir

Dukacita untuk Gus Dur Masih Mengalir di Mesir


Belasungkawa Gus Dur, Kairo (Foto: Pool)

Kairo - Ungkapan belasungkawa masih terus mengalir untuk Gus Dur. Para pejabat pemerintah Mesir dan dubes negara-negara sahabat di Kairo menyampaikan belasungkawa untuk Gus Dur dalam buku dukacita di Wisma Duta KBRI Kairo mulai kemarin dan akan berakhir besok, Kamis (7/12/2009).

"Bapak Abdurrahman Wahid — atau Gus Dur di kalangan akrab— akan diingat di Filipina sebagai teman baik. Dia telah membuka transisi demokrasi di Indonesia dengan lancar dan rakyat Indonesia akan selalu mengingat dia dengan kasih sayang," tulis Dubes Filipina untuk Mesir Oscar G. Valenzuela, yang juga mantan Dubes Filipina untuk Indonesia.

Hal senada juga diungkapkan oleh Dubes Australia untuk Mesir Stephanie Shwabsky. "I present condolences of the government and people of Australia. The president is well known in Australia for the critical role he play in promoting democracy and Indonesia”

"Saya hadir berbelasungkawa atas nama pemerintah dan rakyat Australia. Presiden (Wahid) sangat terkenal di Australia untuk peranan penting yang dia mainkan dalam mempromosikan demokrasi dan Indonesia," demikian Shwabsky, sebagaimana dituturkan Fungsi Penerangan dan Sosial-Budaya KBRI Cairo Ali Andika Wardhana kepada detikcom, Rabu (6/1/2010) malam.

Gus Dur memang sosok fenomenal yang dikenal luas oleh banyak orang, tidak hanya di Indonesia, tapi juga di berbagai penjuru dunia. "Ia dikenal sebagai tokoh yang gigih memperjuangkan demokrasi, kebebasan berpendapat dan dialog serta keharmonisan antarumat beragama di dunia," ujar Ali.

Di Mesir wafatnya Gus Dur juga mendapat perhatian media massa setempat, antara lain harian Al Akhbar, Al Gomhouria dan Al Alhram. Media tersebut juga melaporkan bahwa Presiden Mesir Muhammad Hosni Mubarak telah mengirim surat belasungkawa kepada Presiden RI Soesilo Bambang Yudhoyono atas wafatnya mantan Presiden RI Adburrhman Wahid.

Ungkapan belasungkawa juga datang dari Grand Sheik Al Azhar Muhammad Sayyed Tanthawy dalam surat melalui Dubes RI untuk Mesir A.M. Fachir.

(es/es)



Sumber: detik.com

Nama Gus Dur Sudah Bersih

Nama Gus Dur Sudah Bersih, Yang Perlu Pembersihan Yang Jatuhkan Dia



Jakarta - Nama Presiden RI ke-4 Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dinilai tidak perlu dibersihkan terkait kasus Buloggate dan Bruneigate. Justru yang perlu dibersihkan justru pihak-pihak yang pernah menjatuhkannya.

"Nama Gus Dur sudah bersih, yang perlu pembersihan nama orang yang menjatuhkannya," ujar mantan jubir Gus Dur, Wimar Witoelar usai diskusi di Gedung DPD, Senayan, Jakarta, Jumat (8/1/2010).

Menurut Wimar, Gus Dur tidak akan meminta gelar pahlawan. Gus Dur juga tidak memerlukan gelar pahlawan jika ada kelompok politik yang menolak pemberian itu.

"Gus Dur tidak akan meminta gelar pahlawan. Bagi saya beliau sudah mendapatkan penghargaan dengan apa yang terjadi saat ini," kata dia.

Wimar menilai, masyarakat telah menyia-nyiakan orang sebesar Gus Dur. "Sudah cukup masyarakat menyadari bahwa kita telah menyia-nyiakan orang besar yang banyak disalah mengerti. Tapi ilmu kebijaksanaannya sudah dimengerti saat ini," beber Wimar.

Saat ditanya apakah dirinya mendapat pesan politik dari Gus Dur, Wimar mengatakan tidak ada pembicaraan politik dia dengan Gus Dur.

"Gus Dur itu kalau ketemu saya tidak bicara politik karena dia tahu saya tidak berminat politik kecil-kecilan saya sudah puas Indonesia dianggap sebagai negara pluralis demokratis," jelas Wimar.

(nik/iy)



Sumber: Detik.com

Gus Dur Pahlawan Nasional

Ayah dan Kakek Gus Dur Sandang Gelar Pahlawan



Jakarta - Usulan Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dijadikan pahlawan nasional didukung sang adik Lily Wahid. Jika Gus Dur akhirnya juga dinobatkan jadi pahlawan, maka berarti 3 generasi di keluarga tersebut telah menyandang gelar pahlawan nasional.

"Kalau Gus Dur jadi pahlawan nasional berarti mungkin 3 generasi di keluarga saya jadi pahlawan nasional," kata Lily dalam jumpa pers di Kantor DPP PKB, Jl Sukabumi, Jakarta, Minggu (10/1/2010).

Lily menjelaskan, bila mendapatkan gelar pahlawan, Gus Dur bukanlah satu-satunya klan Hasyim Asy'ari yang menjadi pahlawan. Ayah Gus Dur, KH Wahid Hasyim, dan kakek Gus Dur, Hasyim Asy'ari, juga sudah menjadi pahlawan nasional.

"Itu bukti nyata keluarga kami tidak pernah meninggalkan Indonesia," tambah adik Gus Dur ini.

Lily mengaju wajar jika Gus Dur pada akhirnya mendapatkan gelar pahlawan nasional. "Saya sebagai adik nggak etis menyatakannya, namun (Gus Dur) telah menanamkan sendi-sendi pluralisme dan demokrasi," jelasnya.
(amd/iy)



Sumber: Detik.com

Bali Anugerahi Gus Dur Mahendradatta Award 2010




Denpasar
- Almarhum mantan Presiden RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dianugerahi Mahendradatta Award 2010. Penghargaan tersebut diberikan Universitas Mahendradatta, Denpasar, Bali.

Anugerah tersebut diterima oleh salah satu putri Gus Dur, Inayah Wulandari Wahid. Pengharaan diberika pada acara Dies Natalis ke-47 Universitas Mahendradatta, Denpasar, Minggu (17/1/2010).

Inayah menyatakan anugerah tersebut merupakan penghargaan dari dari masyarakat Bali. Penghargaan tersebut menurutnya,ditujukan pada rakyat Indonesia yang mewarisi perjuangan Gus Dur.

Penghargaan tersebut sebagai pengingat perjuangan nilai dan prinsip perjuangan Gus Dur yang mempunyai spirit menyetarakan manusia di mata negara dan hukum belum selesai.

Rektor Universitas Mahendradatta Sri Gusti Ngurah Arya Wedhakarna mengklaim Mahendradatta Award adalah penghargaan tertinggi dari universitas tersebut. Penghargaan ini adalah yang pertama diberikan kepada Gus Dur.

"Kami mendukung jika gelar pahlawan nasional diberikan kepada Gus Dur," pungkasnya.

(gds/Rez)



Sumber : Detik.com

Anggodo: Di Penjara Nggak Enak



Jakarta - Menkum HAM Patrialis Akbar yang memeriksa keberadaan Anggodo Widjojo di Rutan Cipinang sempat menanyakan keadaan tahanan KPK itu. Anggodo yang ditanyai seperti itu sempat curhat perasaannya di dalam penjara.

"Pak Menteri saat itu tanya, enak nggak di penjara?," kata Humas Kementerian Hukum dan HAM, Goncang Raharjo menirukan Patrialis.

Hal itu dikatakan Goncang saat dihubungi detikcom, Minggu (17/1/2010)

Ditanya seperti itu, Anggodo pun menjawab, "Di penjara nggak enak lah. Mana ada yang enak di penjara," tutur Anggodo seperti ditirukan Goncang.

Anggodo menempati sel bersama 16 tahanan lainnya yang juga tahanan kasus korupsi.

Siang tadi, Menkum HAM Patrialis Akbar melakukan kunjungan ke Rutan Cipinang. Politisi PAN ini memeriksa keberadaan Anggodo untuk memastikan aktor rekaman kriminalisasi KPK itu berada di selnya.

(Rez/her)


Sumber: detik.com

Pagar Istana Rp 22,5 M

Sejarahwan UI: Renovasi Pagar Istana Presiden Diperbolehkan





Jakarta - Pagar Istana Presiden dan Istana Wakil Presiden bukan merupakan bagian dari bangunan inti yang termasuk dalam Cagar Budaya. Sehingga renovasi atau penambahan bangunan pagar Istana diperbolehkan.

"Itu bukan bagian dari bangunan inti sehingga boleh direnovasi atau dibangun kembali," ujar Ketua Progam Studi Sejarah Universitas Indonesia Abdurrahman saat berbincang dengan detikcom, Minggu (18/1/2009).

Abdurrahman menuturkan jika yang dilarang adalah pembangunan atau pemugaran terhadap bangunan inti atau area kawasan cagar budaya, sedangkan bangunan tambahan seperti pagar tidak dilarang.

"Kalau bangunan inti seperti Istana Presiden atau Wakil itu harus ijin Dirjen Sejarah dan Purbakala (Deparbud). "Tidak bisa bisa sembarangan dipugar atau direnovasi," tambahnya.

Menurutnya dalam arsip terdahulu Istana Negara yang terletak di Jalan Medan Merdeka Utara tidak memiliki pagar seperti saat ini. Sekiling Istana Negara hanya bangunan lainnya tanpa pembatas atau pagar. "Jadi tidak masalah itu direnovasi," paparnya.

Meski demikian Abdurrahman juga mengkritisi renovasi pagar Istana Negara yang menelan biaya hingga mencapai Rp 22,5 miliar. "Tujuan dan manfaatnya untuk apa, itu yang perlu diketahui sebetulnya oleh masyarakat," pungkasnya.





Sumber : Detik.com

 
BERITA ONLINE Copyright © 2009 Blogger Template Designed by Bie Blogger Template